Debus adalah salah satu kesenian bela diri yang berasal dari banten.Kesenian ini tercipta pada masa Pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin 1532-1570 di abad ke-16.Kesenian Debus mempertunjukan kekuatan dan kehebatan yang luar biasa,salah satunya adalah ilmu kekebalan diri dari tusukan,hantaman,bacokan benda tajam yang tak ada apa-apanya bagi para pemain Debus.Pada zaman penjajahan belanda tepatnya kerajaan banten di pegang oleh Sultan Ageng Tirtayasa,Debus digunakan untuk membangkitkan semangat-semangat para pejuang untuk melawan penjajahan yang dipimpin oleh Vereenigde Oost Indische (VOC).

Alat yang biasa digunakan untuk menghantam atau melukai pemain debus adalah besi yang ujungnya runcing,yang hanya untuk memperlihatkan kekebalan.Selain itu juga masih banyak ko macam-macam variasi atraksi yang lainnya seperti makan bara api,menusuk perut,memakan beling,berjalan diatas bara api,membacok diri sendiri menggunakan senjata tajam dan masih banyak lagi.

Kesenian debus  sudah menyebar luas di perguruan yang ada di banten,hampir semua perguruan mengajarkan ilmu debus.Debus ini biasanya di pentaskan,di tampilkan atau di pamerkan di acara pernikahan,sunatan dan 17 agustusan.