Terletak di Banjar Penaka, Tampaksiring, Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Nama Gunung Kawi diartikan dengan nama Gunung berarti gunung, dan kawi itu berarti pahatan. Sehingga dapat diartikan Candi Gunung Kawi adalah sebuah candi yang dipahat di atas gunung. Candi Gunung Kawi ditemukan oleh seorang peneliti Belanda pada tahun 1920 Masehi. Legenda masyarakat sekitar menceritakan bahwa Candi Gunung Kawi dibuat oleh orang sakti yang bernama Kebo Iwa. Dengan kesaktiannya konon Kebo Iwa menatahkan kuku-kukunya yang tajam pada dinding batu paras/cadas pada Tukad Pakerisan itu. Hanya sehari semalam Kebo Iwa berhasil menyelesaikan memahat semua candi di dinding tebing. Dalam Prasasti Tengkulak 945 Saka/1023 Masehi terdapat keterangan di tepi Sungai Pakerisan terdapat komplek pertapaan yang bernama Amarawati. Terdapat tiga komplek candi. Gugusan 5 (lima) candi yang berada di tebing sebelah timur Sungai Pakerisan, Gugusan 4 (empat) candi yang berada di tebing sebelah barat Sungai Pakerisan, dan candi ke-10 yang berada sebelah selatan, di Tebing Bukit Gundul. Sampai saat ini orang masih percaya dan menggunakan air suci/tirta yang tersedia di Candi Gunung Kawi untuk tujuan upacara keagamaan. Pesona Candi Gunung Kawi Tampaksiring sangat tampak nyata. Siapapun yang datang pasti berdecak kagum akan karya seni yang spektakuler ini. Namun itulah yang menjadi keunikan Candi Gunung Kawi. Tak seperti bangunan candi atau pura pada umumnya yang berupa tumpukan bebatuan, namun pahatan-pahatan candi di komplek wisata ini tampak sangat sempurna terukir di batuan gunung.