Sejarah Chinatown di Singapura bermula dari sekitar tahun 1821, saat kapal junk China pertama tiba dari Xiamen, provinsi Fujian di China. Para penumpangnya semuanya lelaki, dan lalu membangun rumah di daerah selatan Sungai Singapura, yang kini dikenal sebagai Telok Ayer. Nama Chinatown di lidah setempat adalah Niu Che Shui yang berarti “Air kereta Kerbau” berdasarkan dari keadaan saat itu ,yang harus mengambil air dari sumur di Bukit Ann Siang dan Spring Street dengan menggunakan kereta kerbau.

Chinatown dibagi menjadi lima distric utama, yaitu 

1.Kreta Ayer adalah jantung dari chinatown , tempat dari berbagai macam perbelanjaan tradisional merek rumahan dan jajanan terbaik disekitarnya.

2.Telok Ayer adalah sebagai tempat ibadahnya yang indah, dan juga terdapat toko-toko unik, kafe dan tempat minum.

3.Tanjong Pagar pernah dijadikan sebagai pusat operasi untuk penarik becak. Saat ini banyak dijumpai apartement,bangunan komersial dan tempat hiburan malam. Beberapa yang terkenal adalah pinnacle @Duxton, arsitektur landmark 50 lantai. Disini juga terdapat salon pengantin yang terbesar disingapore.

4.Bukit Pasoh  merupakan tempat bersejarah terletak tepat disebelah hotel dan restoran mewah. Dan bukit ini perpaduan menarik antara tua dan baru.

5.Ann Siang Hill merupakan arus bisnis dan modernisasi membuat lereng ann siang hill dipenuhi oleh toko-toko unik, kafe dan tempat-tempat minum, menjadikan sebagai tempat berakhir pekan yang bagus bagi para pemuda.

Sesuai dengan namanya pecinan ini merupakan pusat segala barang-barang khas budaya China, terdapat juga berbagai macam souvenir yang bisa dibeli dan tentunya harganya relatif lebih murah dibanding tempat-tempat lainnya di Singapura. Jika anda berbelanja oleh-oleh berupa kaos oblong bertemakan “Singapore” anda hanya perlu merogoh sakusebesar SGD 10 untuk 3 buah kaos, harga seperti ini hanya bisa anda dapat di chinatown, tak hanya kaos, bergitu juga gantungan kunci, hiasan dinding dan hiasan kulkas khas singapore.

Untuk pergi ke Chinatown, Anda bisa menggunakan MRT atau bus.

  • MRT Jika menggunakan MRT, Anda bisa menuju ke stasiun North-East Line – Chinatown Station (NE4). Kereta terakhir pukul 11.50 pm.
  • BUS Ada banyak alternatif jika menggunakan bus, beberapa pemberhentian bus yang bisa Anda tuju antara lain South Bridge Road: C2, 166, 197, NR5 Maxwell Road: 80, 145 Eu Tong Sen Street (People’s Park Centre): 2, 12, 33, 54, 143, 147, 190, 520 New Bridge Road (Chinatown Complex): 2, 12, 33, 54, 63, 124, 143, 147, 190, 520, 851, 961, 961C Eu Tong Sen Street (People’s Park Complex): 2, 12, 33, 61, 63, 80, 143, 197, 961, 970, CT8, CT18, CT28Berikut ini tempat-tempat yang bisa dikunjungi:The Majestic berlokasi di 80 Eu Tong Sen Street adalah bangunan elegaan bergaya art-deco dengan hiasan mosaik warna warni dari keramik pada bagian luar. Bangunan yang pernah menjadi teater opera Tiongkok dan kemudian gedung bioskop ini, dibangun pada tahun 1927 oleh mendiang konglomerat Eu Tong Sen sebagai persembahan kepada istrinya yang pernah ditolak masuk ke sebuah gedung operaYue Hwa Chinese Products Emporium terletak di 70 Eu tong Sen Street adalah gedung berlantai enam yang terletak di sebelah The Majestic ini juga dibangun oleh Eu, yang memiliki beberapa properti di sepanjang jalan yang memakai namanya ini. Bangunan yang sekarang ditempati Yue Hwa Cinese Products Emporium ini, dahulu adalah hotel yang memiliki lift penumpang pertama kali di Singapura

    Bee Cheng Hiang bertempat di 189 New Bridge Road dan Lim Chee Guan di 203 New Bridge Road
    Aroma sedap yang menggoda membumbung tinggi di udara di sepanjang jalan…ternyata berasal dari dua toko bak kwa atau daging barbekyu. Kelezatan aromanya mengundang antrean panjang di setiap kesempatan menjelang Tahun Baru Imlek.

    Chinatown Heritage Centre di 48 Pagoda Street
    Bagi mereka yang ingin memahami sejarah Chinatown, museum ini layak untuk dikunjungi. Berbagai pajangan multimedia, koleksi seni otentik, serta tiruan dari pemukiman Chinatown jaman dulu melukiskan betapa sulit kondisi hidup yang dihadapi imigran Tionghoa di masa lalu.

    Chinatown Street Market berlokasi di Pagoda Street, Trengganu Street and Sago Lane.
    Untuk memuaskan hasrat belanja di jalan dengan deretan kios dan toko penjaja pernak pernik perhiasan kecil, luisan, t-shirt, sutra Tiongkok, alat-alat berkilau dan suvenir lainnya. Kios-kios yang ada mulai dibuka jam 11 pagi hingga 11 malam setiap harinya.

    Smith Street, Temple Street and Trengganu Street
    Pada akhir abad ke-19, kawasan ini dikenal berkat adanya Lai Chun Yuen di 25 Trengganu Street, sebuah teater opera Tiongkok paling populer pada masanya. Diva-diva opera dari Tiongkok dan Hong Kong tampil di sana setiap malam, sementara para penontonya menyeruput teh. Beberapa karya seni mewah masih bertahan di sana, seperti balkon dari kayu yang diukir denga indahnya, sekeliling gedung [keterangan lengkap ada di Heritage Marker]. Namun kita masih bisa menikmati opera Kanton di Chinese Theatre Circle di 5A Smith Street yang menampilkan kutipan kisah opera diselingi penjelasan dan hidangan teh pada hari-hari tertentu.

    Chinatown Food Street bertempat di Smith Street dan Trengganu Street
    Kios makanan di jalan, yang dulu menjadi ciri khas Chinatown kini hadir kembali. Bayangkan Chinatown jaman dahulu, saat kita membaur dalam cahaya dan bahana sambil menikmati sajian makan malam khas setempat. Kios-kios dibuka mulai jam 6 sore hingga 11 malam, Senin sampai Jumat, dan mulai jam 3 sore hingga 11 malam pada Sabtu dan Minggu.

    Kereta Ayer Square
    Di tempat nongkrong favorit para lansia di Chinatown ini, kita bisa menyaksikan mereka bercatur-China-ria atau sekedar duduk santai sambil mengobrol di bangku marmer. Cobalah berkeliling dengan becak dari Trishaw Park di taman ini. Atau nikmati kudapan dari dua toko kue kenamaan di Sago Street – Tai Chong Kok di no. 34 yang terkenal dengan kue bulannya, dan Leung Sang Hong Kong Long di no. 18. Coba juga Hu Zhen Long di no. 12 untuk produk-produk khas seperti minyak wijen, daging lobster panggang dan udang bawang atau Foon Moon Kee di no. 16 untuk minyak obat dan balsam

    Chinatown Complex, Market and Food Centre di 335 Smith Street, berada di satu sisi taman. Tempat ini sangat besar, terkenal sebagai pasar makanan segar dan aneka makanan lokal siap saji. Kompleks ini sedang direnovasi saat ini dan akan dibuka kembali pada April 2008

    “Sago Lane merupakan deretanrumah-rumah dukadan toko penjual perlengkapan pemakaman di masa lalu. ‘Rumah-rumah duka‘ yang terkenal ini [ditutup sejak 1961] terdiri atas ruang duka di lantai dasar dan ruang untuk orang yang sedang sekarat sambil melalui hari-hari terakhirnya di lantai atasnya. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa orang mati pun punya kebutuhan materi, karena itu mereka membakar sesaji yang menyimbolkan uang, rumah, mobil dan peralatan dari kertas untuk memastikan bahwa orang-orang tercinta hidup nyaman di alam baka. Praktek ini tetap dipertahankan dengan membuat tiruan kertas barang kegemaran masa kini deperti posel, kartu kredit dan laptop. Toko-toko tersebut sudah lama lenyap dari Sago Lane tapi kita dapat menemukan toko yang masih menjual sesaji dan peralatan ibadah di sekitar Banda Street”

    Waktu terbaik untuk mengunjungi Chinatown adalah saat Tahun Baru Imlek, yang menandai dimulainya musim semi. Pada malam pergantian tahun, perayaan hitung mundur dirayakan dengan meriah di Chinatown. Tapi suasana perayaan ini sudah terasa sejak sebulan sebelumnya, saat jalanan di Chinatown dihias dengan lampu hias yang indah dan ceria, terutama saat malam tiba.

    Di sepanjang jalan, kita akan disambut oleh kios-kios yang menjual tembikar dan tanaman khas Tiongkok agar mendapatkan peruntungan yang baik, spanduk untaian kalimat klasik dan ucapan selamat taun baru, berbagai ornamen berwarna merah dan emas, aneka macam hidanganjeruk mandarin manis, waxed duck, lap cheong [sosis], bak kwa dan segala macam permen.

    Pada hari kedua dan ketiga Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa saling mengunjungi sanak saudara dan memberikan ang pao kepada anak-anak. Saat seperti ini, biasanya Chinatown akan sepi karena semua toko tutup selama liburan. Tetapi setelah 12 dan 13 hari berikutnya, Chinatown kembali ramai dengan tarian singa dan naga serta berbagai perayaan lainnya