Suku Bajo tinggal dan mendiami beberapa pulau di kawasan taman nasional, yang merupakan bagian dari wilayah kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah. Salah satu pulau di Taman Nasional Kepulauan Togean yang banyak ditempati oleh Suku Bajo adalah Pulau Papan. Mayoritas rumah yang ada di Pulau Papan ini dibangun di atas air dan menjadi hunian bagi para anggota suku Bajo. Menurut sejarah, orang-orang suku Bajo berasal dari Kepulauan Sulu di wilayah Filipina Selatan yang hidup nomaden di lautan lepas. Argumen ini didasarkan pada banyaknya kemiripan bahasa yang digunakan Suku Bajo dengan bahasa Tagalog di Philipina. Perjalanan di laut lepas membawa mereka masuk ke wilayah Indonesia, salah satunya di sekitar Pulau Sulawesi selama ratusan tahun lalu. Nama bajo sendiri ada yang mengartikannya secara negatif, yakni perompak atau bajak laut. Menurut cerita tutur yang berkembang di kalangan antropolog, kalangan perompak di zaman dulu diyakini berasal dari suku same. Sejak itu, orang-orang menyebut suku same sebagai suku Bajo. Artinya, suku Perompak.Namun, nama suku Bajo itu lebih terkenal dan menyebar hingga ke seluruh nusantara. Sehingga, suku laut apa pun di bumi nusantara ini kerap di sama artikan sebagai suku Bajo.